Tipikal Khas Sinetron Indonesia

Bagi Ibu-ibu rumah tangga dan anak perempuan, biasanya sangat menggemari acara televisi yang berbasis sinetron, alasanya roman yang ditampilkan dalam sinetron sangat penuh intrik dan konflik yang menarik jika dilewatkan. bahkan kadang tak sedikit penggemar sinetron yang terbawa cerita sinetron sampai menangis saat melihatnya.


Memang sinetron adalah salah satu acara hiburan yang global, hampir semua negara di dunia pasti mempunyai acara serupa seperti negara-negara amerika latin dengan Telenovelanya, India dengan Bolywoodnya, hingga Prancis dengan roman klasiknya. Semuanya mempunyai ciri yang khas.

Dan menilik dari sinetron Indonesia, ada beberapa ciri menonjol yang sangat kentara dalam setiap acara sinetron, yaitu :
  • Tokoh Utama perempuan biasanya digambarkan sebagai sosok yang baik namun miskin dan teraniaya.
  • Tokoh lelakinya biasanya kaya.
  • Dramatisasinya terlalu dilebih-lebihkan.
  • Judul sinetron biasanya menurut pada nama tokoh utamanya.
  • Kisah dan alurnya biasanya terpaku pada kisah perebutan warisan, anak yang tertukar, tokoh yang gegar otak, dan pemisahan anak dengan orang tuanya.
  • Biasanya terjadi adegan cowok yang memeluk cewek hanya karena si cewek ga sengaja terjatuh, lalu saling menatap matanya.
  • Selalu ada saja cerita yang anti klimaks, maksudnya ketika cerita seperti udah mau tamat, eh muncul aja masalah baru yang lebih rumit.
  • Biasanya bercerita tentang cinta yang tak direstui orang tua karena perbedaan status sosial.
Sebenarnya masih banyak lagi ciri khas tipikal sinetron Indonesia, hanya saja takut nanti dikira menjelek-jelekkan karya anak bangsa, jadi sampai segini dulu aja ya.


Sumber

Kisah Arif & Sepatu Hasil Mengutang (Pendukung Timnas Harus Baca)


 
Sumpah, mengharukan sekali perjuangan arif suyono,,
langsung aja:

Kisah perjalanan Arif Suyono meniti karir sebagai pesepakbola profesional tidak mulus-mulus saja. Pada satu waktu, supersub timnas Indonesia di Piala AFF 2010 itu bahkan harus mendapatkan sepatu sepakbola hasil berutang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar sepuluh tahun lalu, saat Arif masih berusia 16 tahun. Ketika itu pemuda kelahiran Batu, Malang, tersebut hendak ikut seleksi masuk ke dalam tim Piala Gubernur.

Yang menjadi masalah, alumni SMU Islam Batu tersebut tidak lagi memiliki sepatu sepakbola yang layak pakai. Sepatu yang ia miliki saat itu, sebuah sepatu pemberian teman sekolahnya, sudah koyak.

Kegelisahan gelandang Sriwijaya FC itu tak luput dari perhatian keluarga besarnya. Ningsih, kakak kedua Arif, pun akhirnya nekat berutang sepatubola dengan harga Rp 150 ribu demi sang adik.

"Kami kasihan lihat dia, bingung untuk dapat sepatu, kemudian kami sepakat mengutangkan di sebuah toko sepatu yang saya kenal," cerita Ningsih sembari meneteskan air mata.

Melihat kakaknya membawa sepatu baru, Arif muda tak ayal langsung berlinangan air mata. "Kemudian dia berangkat dengan menangis. Kami sekeluarga tiap malam menggelar salat untuk mendoakan dia saat itu. Agar bisa jadi orang sukses," tutur Ningsih.

Faktor ekonomi memang menjadi salah satu kendala dalam perjalanan Arif menimba ilmu sepakbola. Tak jarang ia sampai harus menunggu hasil upah sang ayah sebagai buruh di pasar, sebelum berangkat latihan.

"Kalau mau minta ongkos berangkat, kami kakak-kakaknya harus meminta uang kepada bapak, dengan mendatangi ke pasar," ungkap Ningsih.

Untungnya Arif yang kelahiran 3 Januari 1984 tersebut memang dapat limpahan dukungan tanpa henti dari keluarga besarnya. Impian pemain yang dibesarkan bersama 12 saudaranya itu selalu ditempatkan sebagai prioritas keluarganya.

"Tujuan kami saat itu Arif biar jadi orang sukses dan mampu membantu keluarga. Karena kami 12 bersaudara dengan orangtua hanya kerja serabutan," ujar Ningsih yang tiada hentinya meneteskan air mata.

Saat ini Arif sudah sukses, tapi ia tidak lupa kalau apa yang ia peroleh saat ini tidak lepas dari peran keluarga. Maka keluarga besarnya pun pun ikut menikmati hasilnya. Melalui kucuran dana Arif, bisnis keluarga dibangun melalui usaha kripik.

Sumber

Cara mudah untuk Berhenti Merokok

Cara mudah untuk Berhenti Merokok
Merokok bagi beberapa orang sudah menjadi kebutuhan, mungkin awalnya anda hanya mencoba saja, atau hanya anda jadikan sebagai gaya hidup. mungkin jika anda tidak menjadikan merokok sebagai kebiasaan hal tersebut tidak terlallu mengganggu, tapi bagaimana jika hal tersebut menjadi sebaliknya dan bahkan sudah menjadi kebutuhan anda. Jangankan anda berpikir untuk berhenti, memikirkannya saja mulut anda mulai terasa asam. lalu bagaimana anda bisa melepaskan diri dari jeratan rokok sebelum anda menjadi salah satu korban akibat merokok. Ada 5 cara berhenti merokok diantaranya sebagai berikut :

1. Tulis di secarik kertas, mengapa anda harus berhenti merokok,
setiap orang mempunyai beberapa alas an mengapa dia harus berhenti merokok, tulis alas an anda dan mulai putuskan untuk berhenti merokok, hal ini membuat tujuan anda lebih jelas dan akan selalu anda ingat. bila anda tidak punya alasan berhenti maka anda akan kembali ke kebiasaan anda yang kurang baik.

2. Banyak minum air putih
minum air putih selain mencegah anda dari dehidrasi, air putih juga membantu menghilangkan racun yang di akibatkan dari nikotin, usahakan jangan meminum kopi karena kopi akan memicu keinginan anda untuk kembali merokok. ganti kopi dengan air.

3. berolahraga teratur
luangkan waktu anda dengan berolahraga, karena dengan hal tersebut bisa membantu anda menghilangkan stress. bila olahraga anda kurang kemungkina besar bisa memicu anda untuk kembali merokok.

4. Fokus dan lawan keinginan merokok
bila keinginan untuk merokok muncul, fokuskan diri anda kepada hal lain yang positif, misalnya olahraga, memakan permen karet, atau setidaknya buat diri anda sibuk dan teralihkan dari keinginan tersebut.

sumber

Misteri Kematian KURT COBAIN



Mungkin kita mengetahui mengenai Kurt Cobain, mantan vokalis terkenal Nirvana. Berita gempar mengenai kematian Kurt Cobain pada 4 April 1994 mengejutkan semua pihak terutamanya para fans setianya. Kematiannya yang terjadi pada puncak popularitas dalam dunia musik.

Kematian Kurt Cobain dilaporkan oleh media massa Amerika sebagai ‘bunuh diri’ (suicide). Namun begitu, setahun selepas kematiannya itu timbul berbagai gosip angin tentang kematian Kurt. Gosip-gosip itu kelihatan lebih jelas dengan beberapa bukti yang ditemukan oleh beberapa orang penyelidik.

Salah seorang penyelidik sosial Stewart yang juga seorang pemerhati musik, percaya bahwa Kurt Cobain tidak bunuh diri tetapi dibunuh!. Stewart juga mendakwa bahwa Kurt dibunuh oleh seseorang, kemungkinan seorang anggota Mafia yang juga pernah mengintimidasi personel Nirvana lainnya karena enggan membayar uang keamanan/perlindungan.

Gosip lain pula mengatakan cerita bunuh diri Kurt hanya sebuah rekayasa. Kurt dikatakan masih hidup dan menikmati kehidupan di luar Amerika. Gosip itu juga menyebutkan, vokalis tersebut pernah terlihat berjalan-jalan di Rio De Jenario dan Paris. Selain itu, Kurt juga didakwa pernah terlihat di Disobey Club, di London, dipanggung-panggung theater serta di Festival Hackney Homeless. Selain itu, salah seorang fans pernah menyatakan pernah menjumpainya belanja di supermarket Kwik Save, kota Canning.

Cerita yang paling bisa dipercaya adalah mengenai Kurt Cobain mati kerana ia menjadi eksperimen CIA. Salah seorang yang terlibat dengan eksperimen CIA ini mencoba menghubungi Stewart untuk membeberkan fakta-fakta yang sebenarnya. Stewart setuju untuk bertemu dengan agen tersebut di Gereja Temple, Fleet Street. Stewart menjabarkan agen yang berjumpa dengannya itu sangat muda tetapi kelihatan seperti ketakutan ketika duduk di sampingnya. Menurut agen tersebut, CIA terlibat secara langsung tentang pengaruh-pengaruh musik popular atas golongan muda. Hal itulah yang menjadi puncak pada pembunuhan penyanyi-penyanyi terkenal sebelum ini seperti Brian Jones, John Lennon dan Jim Morrison.

Menurut agen teresebut, pihak CIA senantiasa memastikan bahwa aliran musik dan lirik yang dibawakan kurt Cobain mengandung nilai-nilai sentimen perkauman, sifat benci terhadap warna kulit yang berbeda dan hubungan sesama kaum. Dalam kasus Nirvana ini, khususnya Kurt Cobain, dia mungkin diyakini tidak mengikuti aturan yang dikehendaki oleh CIA sebagai mana yang disetujui bersama.

Informan itu juga memberitahu Stewart bahwa penyanyi-penyanyi telah diracuni pikiran mereka untuk melakukan tindakan 'bunuh diri’ ketika di saat mencapai puncak popularitas. Semua ini karena CIA mau memastikan para fans bersimpati pada vokalis tersebut dan terus menerus mendengar musik yang dinyanyikan, walaupun penyanyi atau band itu telah 'mati'.

Kebenaran ini dapat dilihat pada beberapa grup rock zaman dahulu dan sekarang yang masih digemari dan album-album mereka masih dibeli oleh kebanyakan fans misalnya Elvis Presley dan The Beatles.


Persoalan yang timbul sekarang, apakah tembakan itu datang dari tangannya sendiri? Laporan paling lengkap mengenai tragedi sebenarnya ini hanya diketahui 9 tahun selepas kejadian itu. Bekas penulis lagu-lagu rock dan penyanyi sebuah grup rock yaitu Max Wallace dan Ian Halperin menjabarkannya dalam buku mereka yang berjudul In Love and Death : The Murder of Kurt Cobain, diterbitkan pada 3 April 2004. Buku mereka ini berhasil membeberkan teori bahwa Kurt Cobain telah dibunuh (murdered) bukannya bunuh diri (suicide). Teori mereka disokong oleh bukti-bukti forensik polisi daerah Seattle.

Wallace dan Halperin menjabarkan pada saat kematiannya tahun 1994, Kurt Cobain telah meninggalkan isterinya Courtney Love dan membeli dua tiket penerbangan ke Seattle untuk dirinya dan seorang perempuan yang tidak dikenali. Courtney percaya perempuan tersebut adalah teman wanita Kurt.

Hal ini dibuktikan melalui laporan mereka yang mengatakan sejam sebelum kematiannya, Kurt telah hilang dari pusat pemulihan di Los Angelas, dia didapati telah menghubungi United Airlines untuk membeli tiket penerbangan yang masih belum digunakan sehingga sekarang.

Wallace dan Halperin dalam awal penyelidikannya, mereka mempelajari laporan forensik mayat Kurt yang dikeluarkan oleh Polisi Seattle. Catatan tersebut melaporkan Cobain telah mengkonsumsi heroin yang berlebihan sebelum bunuh diri dengan pistol. Mereka percaya seseorang telah memberikan sejenis bubuk kepada Kurt, kemudian menunggu Kurt menghisap bubuk tersebut hingga berfantasi dan akhirnya melepaskan tembakan. Tidak ada tanda atau sidik jari yang tinggal pada pistol Kurt Cobain. Namun hasil penyeldikan mendapati kemungkinan sekurang-kurangnya ada 3 orang berada bersamanya di kamar itu sebelum ia mati.

Kurt Cobain bukanlah orang pertama yang dibunuh, telah berpuluh-puluh artis terkenal yang dibunuh oleh agen-agen, karena tidak mengikut aturan dari pihak mereka. Terdapat banyak penyelidikan yang diterbitkan tetapi berhubung media massa Amerika milik sepenuhnya bangsa Yahudi, maka hal-hal demikian ditutup rapat tanpa diberi ruang untuk dipublikasikan kepada masyarakat.

gambar di atas copy dr photo otopsi cobain.

Sumber

=-=-=-=-=Berlangganan Artikel=-=-=-=-=

Masukkan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More